One Day Before
"Jika esok kamu mati, apa yang kamu lakukan hari ini?"
Pertanyaan ini sering kali kutanyakan pada diriku sendiri.
"Jika esok kamu mati, apa yang kamu lakukan hari ini?"
Saat aku SD, aku menjawab, aku akan menulis surat untuk semua temanku yang berisi permintaan maaf atas semua salahku dan terima kasih sudah menjadi tempatku bertumbuh.
"Jika esok kamu mati, apa yang kamu lakukan hari ini?"
Saat aku SMP, aku menjawab, aku ingin mati dalam keadaan membaca alquran jadi aku akan membacanya semalaman.
"Jika esok kamu mati, apa yang kamu lakukan hari ini?"
Saat aku SMA, aku menjawab, aku akan menemui orang yang paling aku sayang dan mengatakan seribu cinta untuknya agar ia tetap melanjutkan hidupnya.
"Jika esok kamu mati, apa yang kamu lakukan hari ini?"
Saat aku kuliah, aku menjawab, aku bahkan tidak mempunyai waktu untuk memikirkannya, malam aku kerja, pagi kuliah sampai sore dan begitu seterusnya. 24 jam pun tidak cukup. Aku tidak akan sempat untuk mati."Jika esok kamu mati, apa yang kamu lakukan hari ini?"
Saat aku lulus kuliah dan pergi dari rumah, aku menjawab, aku akan menjauh dari semua orang dan postingan terakhir di sosial media adalah foto terbahagiaku agar orang tuaku mengira aku baik baik saja disana.
"Jika esok kamu mati, apa yang kamu lakukan hari ini?"
Hari ini, aku menjawab, aku tidak akan menulis surat untuk siapapun ataupun menemui siapapun untuk terakhir kalinya karena aku tahu, mereka akan melupakanku dalam dua hari. Aku juga tidak akan membaca alquran semalaman sebab aku takkan mengelabuhi Tuhan semacam itu. Aku tidak akan pura pura menyibukkan diri hanya karena rasa sesak dan sebah di dada. Aku juga tidak akan lari kemanapun lagi. Tidak, aku tidak akan lari dari apapun. Yang aku lakukan adalah aku akan melakukan rutinitasku yang biasanya. Jika di jam itu aku tidur, biarlah Izra mencabutku dalam keadaan tidur. Jika aku sedang berkendara, biarlah Izra mencabutku dalam keadaan itu. Selama hidupku, aku sudah banyak mau dan Tuhan tidak pernah menolak semua keinginanku bahkan yang terjahat sekalipun. Maka, biarlah Dia yang memutuskan bagaimana aku mati. Dan kelak, jika aku bertemu denganNya, semoga Dia (Tuhan) tetap sebaik yang aku kenal selama ini. Agar aku tidak kesepian.~~~

Komentar
Posting Komentar